Labels

Tampilkan postingan dengan label PROFIL DESA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PROFIL DESA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Januari 2021

VISI MISI DESA SATIRUK (th 2018-2023)

Visi dan Misi Kepala Desa Satiruk sudah terintergrasi dengan aspirasi dan keinginan masyarakat Desa dalam rangka upaya penyelesaian masalah, mengurangi kemiskinan masyarakat, pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat, meningkatkan kualitas hidup dan pengembangan ekonomi Desa menjadi Desa Satiruk yang lebih baik ke depannya.

 

Adapun Visi Kepala Desa Satiruk Kecamatan Pulau Hanaut:

SEHAT, SEJAHTERA, EFESEIN, HARMONIS, AMAN DAN TRANSPARAN.”

 

Sedangkan dalam rangka pencapaian Visi telah ditetapkan Misi                             Desa Satiruk sebagai  berikut :

1.   Meningkatkan perekonomian masyarakat dengan mencari peluang kerja sama dengan pihak ke Ketiga/Pemerintah.

2.   Meningkatkan mutu pemuda melalui pembinaan dalam bidang olahraga.

3.   Membangun budaya peduli lingkungan melalui kegiatan gotong royong.

4.   Meningkatkan Pemerintahan Desa yang propisional, efektif, terbuka dan bertanggungjawab.

5.   Meningkatkan SDM masyarakat melalui kegiatan PKK, Karang taruna, dan organisasi kemasyarakatan lainnya.

6.   Memaksimalkan pelayanan kesehatan masyarakat.

7.   Mengutamakan permasalahan secara kekeluargaan.

 Source: RPJMDes Satiruk thn 2018-2023


SEBARAN PENGGUNAAN LAHAN DESA SATIRUK

DATA DIPEROLEH DARI "PETA TATA GUNA LAHAN" DESA SATIRUK..
KERJASAMA ANTARA PIHAK KE III (PT. RIMBA MAKMUR UTAMA) DENGAN PEMDES SATIRUK TENTANG PEMETAAN DESA  


Desa Satiruk secara umum wilayahnya terbagi ke dalam dua macam penyebutan, satu dikenal dengan wilayah Satiruk Laut dan yang satunya dikenal dengan sebutan Satiruk Darat…

 

Di wilayah Satiruk Laut, tanahnya umumnya merupakan gabungan dari tanah mineral alluvial (endapan sungai), mangrove, dan mineral pantai. Tanah mineral alluvial dan mangrove dapat ditemukan pada kawasan yang menjadi muara sungai Satiruk Besar. Tanah-tanah pada area ini cenderung memiliki reaksi asam dengan PH 3-4. Jenis tanah ini tersebar di wilayah RT 01 sampai RT 06. Permukiman pada keenam wilayah RT tersebut berdiri di atas zona pasang surut sungai Satiruk Besar. Pada saat air laut pasang, diwaktu tertentu air dapat naik hingga ke kolong-kolong rumah penduduk….

 

Di wilayah RT 01 sampai RT 06 juga dapat ditemukan kawasan pantai yang memiliki komposisi tanah berupa mineral campuran hasil pelapukan dan erosi karang serta sisa endapan sungai. Indikasi dari karakteristik ini dapat diamati secara kasat mata. Selain berpasir putih, pantai Satiruk juga dihiasi oleh puya berwarna hitam. Hal ini wajar mengingat pantai tersebut berada pada pertemuan tiga perairan sekaligus, yaitu laut Jawa, teluk Sampit, dan Sungai Mentaya.

 

Sementara itu, jenis tanah gambut terkonsentrasi di wilayah Satiruk SatirukDarat (RT 07 Sampai RT 10). Keseluruhan tanah gambut di wilayah tersebut umumnya telah dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan, baik permukiman, pertanian, maupun perkebunan.

 


Source: Laporan Hasil Pemetaan Sosial dan Spasial Desa Satiruk oleh Badan Restorasi Gambut

Selasa, 08 Desember 2020

GEOMORFOLOGI DESA SATIRUK

Secara geomorfologis, Desa Satiruk merupakan bagian dari jaringan lembah Sungai Mentaya yang membelah Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Sungai Mentaya sendiri memiliki beberapa anak sungai, yang diantaranya melintasi Desa Satiruk. Atas hubungan ini, Satiruk secara kultural kerap dibagi ke dalam dua region, yaitu Satiruk Besar dan Satiruk Kecil. Pembagian tersebut didasarkan pada sungai-sungai membelah kawasan permukiman Satiruk. Keduanya merupakan anak sungai yang bermuara di Sungai Mentaya. Satiruk besar juga dikenal sebagai Satiruk Laut karena terletak di tepi laut. Adapaun daerah Satiruk Kecil juga kerap disebut sebagai Satiruk Darat oleh warga setempat. Hal ini karena daerah Satiruk Kecil terletak di wilayah pedalaman dan jauh dari laut. Berbeda dengan permukiman di sekitar Satiruk Besar yang notabene berada di wilayah pesisir. 

Source: Laporan Hasil Pemetaan Sosial dan Spasial Desa Satiruk oleh Badan Restorasi Gambut

TOPOGRAFI DESA SATIRUK

Secara topografis, Desa Satiruk terletak di daerah dataran rendah. Desa ini terletak di antara kawasan pesisir berhutan mangrove dan daerah aliran sungai, dengan ketinggian ± 1 – 2,5 meter diatas permukaan laut (mdpl). Sebagian besar wilayah desa adalah hutan, lahan pertanian, sawah, atau tegalan dengan permukaan tanah datar 100 %. 

Source: Laporan Hasil Pemetaan Sosial dan Spasial Desa Satiruk oleh Badan Restorasi Gambut

ORBITASI DESA SATIRUK

Desa Satiruk merupakan desa terujung sekaligus terluar dari Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur. Sampai saat ini, tidak tersedia transportasi umum yang secara rutin melayani penumpang dari dan menuju ke desa tersebut. Desa Satiruk hanya dapat dijangkau dengan dua moda transportasi, yaitu kendaraan roda dua dan perahu klotok menyusuri Sungai Mentaya. Desa Satiruk terletak tepat di muara Sungai Mentaya pada perbatasan dengan perairan teluk Sampit.

Kendaraan roda dua harus melalui jalan kecamatan yang menembus perkebunan warga dan kawasan hutan mangrove, hingga mencapai kota kecamatan Pulau Hanaut yang terletak di Desa Bapinang Hulu. Kondisi jalan dibeberapa titik belum disemenisasi sehingga lumayan sulit diakses ketika musim hujan.

Sementara itu, perahu klotok yang umumnya dapat memuat 10-20 orang dapat digunakan berdasarkan sistem sewa. Umumnya perahu klotok digunakan untuk penduduk Desa Satiruk menuju desa-desa lain yang lebih ramai, terutama desa Bapinang Hulu (ibukota kecamatan Pulau Hanaut) atau kelurahan Samuda Kota, kecamatan Mentaya Hilir. Kedua desa tersebut dapat dicapai dengan mengarungi dan menyeberangi Sungai Mentaya, yang sekaligus menjadi jalur transportasi dan akses utama Desa Satiruk. Desa Samuda Kota sendiri merupakan lokasi transit sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju ke Sampit (ibukota kabupaten Kotawaringin Timur) atau Palangkaraya (Ibukota provinsi Kalimantan Tengah). 

 Jarak Desa Satiruk ke Pusat-pusat Administratif Terdekat


No

Uraian

Keterangan

1

Ke Ibukota Kecamatan Pulau Hanaut (Bapinang Hulu)

Jarak

40 km

Waktu tempuh dengan kendaraan bermotor (mobil/motor/speed boat)

± 2 jam

Kendaraan umum ke ibukota kecamatan

Tidak tersedia

2

Ke Ibukota Kabupaten Kotawaringin Timur (Sampit)

Jarak

81 km

Waktu Tempuh dengan kendaraan bermotor (mobil/motor/speed boat)

± 3,5 jam

Kendaraan umum ke ibukota kabupaten

Tersedia di Samuda Kota, Mentaya Hilir

3

Ke Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah (Palangkaraya)

Jarak

275 km

Waktu Tempuh dengan kendaraan bermotor (mobil/motor/speed boat)

± 8 jam

Kendaraan umum ke ibukota provinsi

Tersedia di Sampit

Source: Laporan Hasil Pemetaan Sosial dan Spasial Desa Satiruk oleh Badan Restorasi Gambut

Senin, 07 Desember 2020

PROFIL WILAYAH DESA SATIRUK

 

PETA DESA SATIRUK

Berdasarkan Letak Geografis Desa Satiruk berada pada titik koordinat 53°02.467’,E113°06.501’, dan secara administratif merupakan salah satu dari 14 (Empat Belas) desa yang berada dalam wilayah kerja Kecamatan Pulau Hanaut Kabupaten Kotawaringin Timur.

Salah Satu Wilayah terujung dari desa satiruk yaitu kampung Cemeti yang bebatasan langsung dengan Wilayah Kabupaten Katingan.

 

Desa Satiruk merupakan salah satu desa terujung dari Kecamatan Pulau Hanaut.  Mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa, Desa Satiruk memiliki luas wilayah 30.000 hektar (300 km2). 

 

Batas Desa

Batas

Desa

Kecamatan

Kabupaten

Sebelah Utara

Serambut

Pulau Hanaut

Kotawaringin Timur

Sebelah Selatan

Kampung Keramat

Katingan Kuala

Katingan

Sebelah Timur

Kampung Melayu

Mendawai

Katingan

Sebelah Barat

Muara Sungai Mentaya

Pulau Hanaut dan Teluk Sampit

Kotawaringin Timur

 

Source: Laporan Hasil Pemetaan Sosial dan Spasial Desa Satiruk oleh Badan Restorasi Gambut